Pelaksanaan Audit Sertifikasi ISO 45001 : 2018 dan Surveilans ISO 37001 : 2016 di BBPMSOH

Gunungsindur (1/10/2019), Dalam empat hari berturut dimulai tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2019 di BBPMSOH dilaksanakan Audit Sertifikasi ISO 45001 : 2018 dan Surveilans ISO 37001 : 2016. ISO 45001 : 2018 adalah Standar Internasional yang menentukan persyaratan untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Setiap organisasi (Perusahaan / Instansi) harus dapat meminimalkan risiko dari sumber bahaya yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit dan kecelakan akibat kerja . Sedangkan ISO 37001 : 2016 adalah Sistem manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang dirancang untuk membantu organisasi menetapkan, menerapkan, memelihara dan meningkatkan program kepatuhan anti penyuapan. Menggunakan pendekatan berbasis risiko standar ISO 37001 memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang mitra bisnis dan pihak ketiga dengan mengidentifikasi potensi penyuapan yang kemungkinan terjadi di tiap proses bisnis sehingga didapatkan pengendalian untuk mencegah terjadianya penyuapan.

Pelaksanaan audit sertifikasi ISO 45001 : 2018 dibuka oleh Kepala BBPMSOH drh. Sri Mukartini, M.App, Sc dan dihadiri oleh seluruh pegawai. Dalam pembukaannya Kepala Balai berharap agar audit ini dapat berjalan lancar dan baik sehingga BBPMSOH layak untuk mendapatkan Sertifikat ISO 45001 : 2018. Selain itu kepala balai juga menjelaskan tujuan diadakannya sertifikasi ini yaitu untuk membangun dan mengimplementasikan SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 dan untuk mencegah dan melindungi segenap pegawai dari cidera akibat kerja dan penurunan kesehatan serta memastikan tersedianya lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pegawai. Ruang lingkup audit ISO 45001 : 2018 meliputi pengujian mutu, sertifikasi, pengkajian dan pemantauan obat hewan.

Kepala Balai juga berkesempatan membuka acara pelaksanaan Surveilans ISO 37001 : 2016. Untuk ruang lingkup audit ISO 37001: 2016 adalah pelayanan pengujian mutu dan sertifikasi obat hewan dalam implementasi sistem anti penyuapan dalam linkup organisasi, kepemimpinan, perencanaan, dukungan, kepedulian, pelatihan, komunikasi, informasi, dokumentasi, operasi, evaluasi kinerja dan peningkatan.

Pelaksanaan Audit ISO 45001 : 2018 dilaksanakan oleh Tim Auditor dari PT. Garuda Sertifikasi Indonesia yang terdiri dari :

  1. Johny S. Salim (JS) sebagi Lead Auditor
  2. I Made Dwi Bhaskara Nugraha (DB) sebagai Auditor
  3. I Gede Eka Martana (EM) sebagai Auditor

Untuk pelaksanaan Audit Surveilans ISO 37001 : 2016 juga dilaksanakan oleh Tim Auditor dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia yang terdiri dari :

  1. I Gede Eka Martana (EM) sebagai Lead auditor
  2. I Made Dwi Bhaskara Nugraha (DB) sebagai auditor

Metode audit yang digunakan adalah metode sampling dengan melakukan tinjauan dokumentasi dan rekaman, wawancara, serta observasi lapangan. Dari hasil audit sertifikasi ISO 45001: 2018, BBPMSOH direkomendasikan untuk mendapatkan Sertifikat ISO 45001:2018 dan dari hasil audit surveilans ISO 37001 : 2016 BBPMSOH juga layak mempertahankan Sertifikat ISO 37001 : 2016.