SEMINAR INTERNAL BBPMSOH: SURVEILANS RESISTANSI ANTIMIKROB TERINTEGRASI BIDANG KESEHATAN MANUSIA

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pegawai BBPMSOH, pada hari Rabu 16 September 2020 dilaksanakan seminar internal. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala BBPSMOH, drh. Maidaswar, MSi, kegiatan seminar internal di BBPMSOH harus dilaksanakan secara rutin minimal satu bulan sekali guna. Seminar internal merupakan salah satu sarana diskusi ilmiah dan saling berbagi informasi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata baik ide maupun kegiatan yang dapat meningkatkan pelayanan dan kinerja BBPMSOH.

Seminar internal kali ini disampaikan oleh Dr. drh. Maria Fatima Palupi, MSi dengan judul “Surveilans Resistansi Antimikrob Terintegrasi Bidang Kesehatan dan Kesehatan Manusia”. Tidak bisa dipungkiri resistansi antimikrob merupakan salah satu ancaman global yang mengancam kesehatan manusia maupun hewan. Oleh sebab itu, dalam melakukan surveilans resistansi antimikrob, khususnya antibiotik, diperlukan pemahaman bagaimana melakukan surveilans yang terintegrasi dengan mengusung konsep One Health. Pengkajian mengenai resistansi antibiotik merupakan salah satu kaidah yang sangat penting dalam penggunaan obat hewan, khususnya antibiotik. Oleh sebab itu, pengkajian resistansi antibiotik merupakan bagian dari tupoksi BBPMSOH, khususnya mengenai pengkajian efek samping penggunaan obat hewan ataupun pharmacovigilance.

Dalam melakukan surveilans resistansi, tidak hanya mendapatkan data tingkat resistansi suatu bakteri terhadap antibiotik, akan tetapi juga bisa didapatkan berbagai data yang sangat penting bagi evaluasi antibiotik. Misalnya data konsentrasi hambat minimum yang bisa menjadi dasar evaluasi dosis, data genotip dari gen resistan, data patogenesitas isolat yang nantinya bisa dikembangkan ke penelitian lain yang masih berhubungan dengan obat hewan, dan lain sebagainya. Data ini sangat penting sebagai sumber data teknis untuk pembuatan penilaian risiko resistansi berkenaan dengan penggunaan suatu antibiotik

Pada pemaparan kali ini, narasumber menyampaikan beberapa poin penting dalam menyusun surveilans resistansi antibiotik dengan sudut pandang kesehatan hewan dan kesehatan manusia yaitu pentingnya menentukan tujuan utama dari tiap kegiatan surveilans resistansi yang akan dilakukan karena akan berpengaruh terhadap:

  • Target hewan yang akan disampling
  • Target bakteri yang akan diiisolasi
  • Target jenis sampel yang akan diambil
  • Target lokasi pengambilan sampel
  • Target uji sensitifitas antibiotik yang akan dilakukan.

Selain itu, dalam seminar internal kali ini juga disinggung mengenai cara perhitungan sampel yang proporsional sehingga bisa mendapatkan data yang valid mengenai prevalensi resistansi. Selama seminar, diskusi berjalan secara interaktif dan sangat menarik sehingga seminar tidak terasa berlangsung hampir selama 3 jam. Dalam penutupan, Kepala BBPMSOH mengingatkan agar selain dilakukan seminar-seminar internal, juga agar pegawai BBPMSOH aktif untuk menuangkan karya-karya ilmiah yang telah dilakukan di BBPMSOH dalam bentuk tulisan ilmiah, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dr. drh. Maria Fatima Palupi, MSi