Bimbingan Teknis Peternakan Terpadu Sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat Kota Bogor Tahun 2022

Bogor, 09-11 Mei 2022,

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dalam mendukung program pemenuhan pangan asal ternak dan agribisnis rakyat melalui kegiatan benih dan bibit serta peningkatan produksi ternak Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH)  selaku unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI mendapatkan mandat untuk mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi peternak di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat yang bertempat di Hotel Salak, Bogor dengan anggota Komisi IV DPR wilayah Kota Bogor dan Cianjur. Acara ini dihadiri oleh Kepala BBPMSOH (drh. Maidaswar, M.Si), Kepala dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor (Drs. Anas Rasmana, MM), Komisi IV Fraksi Golkar (Ir. Budhy Setiawan, M.Si.), Praktisi Peternakan Lutfi Awaludin (Owner Satu Kandang Farm) dan Bergas C. Baskoro, S. Hut. M.Si. (Tim Ahli Anggota DPR).

Acara dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al-Quran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya Kepala BBPMSOH menyampaikan sebisa mungkin menghasilkan pangan secara mandiri, terutama sumber pangan protein hewani dan manfaatkan produk dalam negeri semaksimal mungkin. Pertemuan ini sangat penting untuk menyamakan persepesi tentang ketahanan pangan peternakan. Bekerjasama, bergandengan tangan untuk kebaikan bersama. Selanjutnya  dalam sambutannya Kepala dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor menyampikan ucapan terimakasih atas dukungan DPR di Kota Bogor pada subsektor Perikanan, Peternakan dan Pertanian. Rencana ke depan akan dibuat Halal Food Center di Rancamaya yang mayoritas bersumber dari sumber Protein Hewani kerjasama dinas dengan Bappenas. Sambutan Angota DPR Komisi IV Bapak Ir. Budy Setiawan menyampaikan masalah pangan saat pandemic sangat penting. Ketahaan Pangan masyarakat saat pandemik berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.

Materi menarik untuk memulai acara disampaikan oleh drh. Maidaswar, M.Sc. mengenai Pertanian (Peternakan) Terpadu sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat (New farming Business Ideas Mixed/Integrated Farming). Dalam peternakan dan pertanian terpadu prinsipnya adalah 1 proses peternakan menghasilkan limbah yang dapat dikelola untuk kesuburan pertanian. Konsep Pertanian perkotaan (urban farming) di realisasikan untuk ketahanan pangan. Yang harus dimiliki untuk mendukung kegiatan tersebut yakni lahan, SDM : Pengetahuan, Keterampilan, Sikap, Dana, Kelembagaan: Kelompok, Koperasi, BUMP, Teknologi, Pemasaran, ATM (amati, tiru, Modifikasi). Contoh peternakan terpadu yang mudah diterapkan oleh para peternak seperti melakukan pengolahan jerami sebagai limbah pertanian yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kemudian melakukan pemeliharaan ternak, memanfaatkan limbah peternakan yakni feses maupun urin dalam bentuk biogas serta pupuk kandang, pupuk tersebut diaplikasikan terhadap tanaman yang ditanam di tempat khusus contohnya hidroponik dengan memelihara ikan di bawah instalasi hidroponik tersebut.

Dukungan Pemerintah Kota Bogor terhdap Perkembangan Peternakan antara lain yakni adanya dukungan berupa KWT (P2L) berupa bantuan senilai Rp.55.000.000 di 69 titik di Kota Bogor yang merupakan bantuan dari Pak Budy dan bu Endang (Komis 4 DPR), Program Greenhouse ukuran 6×4 m2, di sepuluh 10 titik, Program bantuan Ayam Arab untuk 15 kelompok, Program Lebah, Program Bantuan Tanaman Hias di daerah Bojong kertas, Program Toko Pasar Tani dengan harga di bawah pasar , Program Aquatik, Program bantuan pupuk, Program Pelatihan penanaman bibit durian, Program Pengelolaan kampung beras, pala, alpukat, dll.

Drs. Anas Prasmana, MM menyampaikan  materi pada hari kedua mengenai pengadaan bantuan ayam arab satu paket kelokasi P2WKSS Tahun 2021 sebesar Rp. 223.000.000,- dengan syarat membuat proposal dan mendapatkan surat persetujuan, Bantuan Urban Bee (Budidaya Lebah) Bantuan lebah madu satu paket ke lokasi P2WKSS tahun 2021-20222, jenis lebahnya tidak menyengat dan propolis tidak menyengat, dan sudah bekerjsama dengan perusahaan farmasi untuk memproduksi propolis. Lebah Trigona Laeviceps 100 koloni., jika masyarakat ingin mendapatkan bantuan ini syaratnya membuat proposal ke dinas, serta bebrapa bantuan lain yang difokuskan kepada peternak untuk mengembangkan peternakan terpadu di wilayah Jawa Barat.