BPK: Opini WTP Hasil Kinerja Positif Capai Target Swasembada Pangan

Jakarta (B2B) – Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) menegaskan bahwa pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Kementerian Pertanian dari BPK dicapai dengan kerja keras dan ‘berdarah-darah’, hal itu ditegaskan Anggota IV BPK Rizal Djalil menyusul kasus suap untuk mendapatkan opini WTP di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rizal Djalil mengatakan bahwa sejumlah upaya dilakukan Kementan untuk mencapai Opini WTP seperti menyempurnakan regulasi tentang teknis penatausahaan persediaan, petunjuk teknis akuntansi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), jenis dan tarif jenis PNBP Kementan serta petunjuk teknis pengelolaan PNBP Kementan.
Langkah dan kebijakan tersebut didukung dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang keuangan, pengembangan aplikasi pendukung laporan keuangan, dan mempercepat penyelesaian atas pemeriksaan BPK tahun sebelumnya.
“Tidak ada upaya dan kegiatan yang melanggar etika. Ketemu saya saja susah kok. Jadi yakin dan percaya WTP ini tidak ada kaitannya dengan berita yang berkembang itu,” kata Rizal Djalil kepada pers di Jakarta pada Senin (5/6) usai penyerahan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan Pemberian Opini WTP atas laporan keuangan Kementan kepada Mentan Amran Sulaiman.
Rizal mengingatkan bahwa publik tidak perlu meragukan komitmen Mentan Amran Sulaiman dan Kementan untuk melaksanakan tugas pencapaian swasembada pangan, dan perhatian Presiden RI Joko Widodo terhadap pertanian sangat besar karena pangan menjadi prioritas utama pembangunan nasional.
“Jangan ada keraguan soal itu. Kami bertanggung jawab. Saya siap berdebat dengan siapa pun. Apa yang kita sampaikan secara ilmiah dapat kami pertanggungjawabkan. Buktinya, Alhamdulillah produksi pangan strategis kita meningkat. Barangnya ada, hanya spekulan yang bermain,” kata Rizal.
Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa Opini WTP akhirnya kembali diraih oleh Kementerian Pertanian RI, sebagai yang pertama kali diperoleh setelah 10 tahun terakhir atau sejak 2006 mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran di kementerian yang dipimpinnya sejak di penghujung 2014.
“Bukan begitu saja tiba-tiba muncul opini WTP ini, dan kami berjanji kalau ada yang main-main di Kementan, artinya dia sudah siap tinggalkan Kementan. Capaian ini hasil kerja keras kita semua,” kata Mentan Amran Sulaiman kepada pers.