Presiden Jokowi Dukung Peternak Bangun Korporasi Peternakan

Cibubur (24/9) – Pemerintah Indonesia terus bebenah di semua sektor termasuk di sektor pertanian termasuk peternakan. Dengan jumlah pendududuk 237.641.326 jiwa menurut sensus BPS tahun 2010, bahkan kemungkinan sudah mencapai hampir 270 juta jiwa di tahun ini, pemenuhan kebutuhan akan pangan menjadi krusial bagi Indonesia.
Selain pemenuhan dari segi kuantitas yang terbilang banyak, pemerintah juga menjaga kualitas gizi yang tercukupi bagi masyarakat. Dengan mendorong peternakan di Indonesia, diharapkan dapat menunjang kebutuhan gizi melalui protein hewani dari produksi dalam negeri sendiri dapat terwujud. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah Indonesia mendorong penguatan terhadap peternakan terutama dari sisi pelaku dan pengelolaan industri peternakan. Hal ini yang disampaikan Presiden Jokowi dalam acara Jambore Peternakan Nasional 2017 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta.
Sebanyak kurang lebih 1.200 peternak dan stakeholder terkait lainnya sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian ini. Rangkaian kegiatan Jambore Peternakan Nasional 2017 yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 22 September sampai dengan 24 September 2017, diisi dengan kontes dan seni ketangkasan domba garut, kontes kambing kaligesing, eksibisi ternak oleh peternak sapi, ayam lokal, itik, dan kelinci.
Dalam sambutannya dalam sebelum Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Andi Amran menyampaikan tekadnya dalam merubah paradigma masyarakat mengenai sumber protein. “Kami mencoba merubah mindset yang dulunya selalu swasembada daging sapi kami rubah menjadi swasembada protein, karena protein bisa dari domba, bisa dari kambing, dan seterusnya, yang selama ini hanya dikenal swasembada daging sapi”, ujar Menteri Amran disertai tepuk tangan tanda dukungan dari para peternak.
Untuk menjamin keberlangsungan produksi kebutuhan pangan masyarakat, pemerintah telah mengambil langkah menjamin produk pangan yang telah diusahakan oleh para petani. Pemerintah selama ini telah menjalankan program asuransi pertanian komoditas padi dan sapi, untuk sapi sendiri, peternak akan mendapat ganti rugi Rp 10 juta per ekor jika terjadi mati karena penyakit dan hilang dengan premi yang dibayarkan peternak Rp 40 ribu/ekor/tahun. Sementara itu, untuk kambing dan domba direncanakan terealisasi tahun depan, “atas izin Bapak Presiden, Insya Allah tahun depan kita adakan asuransi untuk kambing dan domba” ujar Amran di depan Presiden Jokowi dan para peternak. Skema premi asuransi pertanian yang selama ini telah dijalankan adalah pemerintah membayarkan 80% dari total premi, sedangkan petani membayar 20% sisanya.
Pemerintah juga mendorong penguatan para pelaku utama sektor pertanian yakni para petani dan peternak. Para pelaku utama ini diharapkan mampu berbicara banyak dari sektor hulu hingga hilir dalam pengelolaan pertanian yang berbasis industri dan menguntungkan dari segi keekonomian.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Jokowi tidak sungkan-sungkan untuk memamerkan domba peliharaannya. “10 bulan yang lalu saya beli 5 ekor kambing, 3 betina dan 2 jantaan, setelah 10 bulan sekarang menjadi 11 kambing, artinya beranaknya 6. Saya hitung-hitung dengan kalkulasi hitungan ekonomi, untungnya gede juga, saya masih belajar pelihara kambing, problemnya apa”, ujar Presiden Jokowi, walaupun yang dimaksud beliau adalah domba.
Selain itu Jokowi juga berdiskusi langsung di atas panggung dengan para peternak kambing dan domba yang terbilang sukses. Dari diskusi tersebut terlihat bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi swasembada protein dengan industri peternakan yang terbilang cakap. Mereka mampu mengelola kambing dan domba mulai dari 200 an ekor hingga 10 ribuan ekor lebih. Seperti Bapak Didi dari sleman, dari Perserikatan Peternak Domba Kambing Yogyakarta yang mampu mengelola 10 ribu ekor kambing dengan 500 orang peternak. Pengelolaannya pun sudah berbasis industri dan pembuatan pakan secara mandiri. “Kami punya pabrik pakan sendiri, kami sadar salah satu kendala peternak adalah pakan karena menyedot 70% biaya dengan kapasitas (produksi) 70 ton/bulan”, jelas Didi ketika berdiskusi dengan Presiden Jokowi.
Para petani dan peternak diharapkan mampu bergerak di industri pertanian dan peternakan dalam skala yang besar secara mandiri dengan mereka sendiri yang menjalankan perputaran bisnis industri tersebut. Jokowi menegaskan komitmennya bersama peternak untuk mengkonsoladisikan dan mengindustrikan peternakan. “Pemerintah beri suntikan. Bukan meninabobokan. Semua regulasi yang menghambat akan dihilangkan. Kita harapkan dunia usaha sektor peternakan betul-betul bisa memunculkan industri peternakan dengan manajemen yang modern”, tutup Jokowi di akhir sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadi oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaifullah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Gubernur BI Agus Martowardojo. Kegiatan ini sendiri mengambil tema “Masyarakat Sehat dan Cerdas dengan Protein Asal Ternak”. Acara puncak kegiatan ini juga diisi dengan makan bersama 103 ekor kambing guling yang telah mememecahkan rekor baru Museum Rekor Indonesia (MURI).