KUNJUNGAN PESERTA PELATIHAN PENANGGUNG JAWAB TEKNIS OBAT HEWAN ANGKATAN 19

Gunungsindur (6/03/2020), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) kembali menerima kunjungan dari para peserta Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) pada tanggal 5 Maret 2020 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI). Sebagai Balai Besar satu satu nya di Indonesia yang mempunyai tugas dan fungsi utama sebagai Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, BBPMSOH selalu menjadi rujukan bagi penyelenggaraan Pelatihan PJTOH guna mengetahui proses pengujian obat hewan yang bermutu dan fasilitas pengujian apa saja yang terdapat di BBPMSOH, hal ini sangatlah bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi para peserta pelatihan PJTOH.

Dalam sambutan kunjugannya oleh ketua ASOHI, drh. Irawati Fari menyampaikan ucapan terima kasih kepada BBPMSOH karena hingga angkatan ke 19 ini masih dapat menerima dan memfasilitasi kegiatan kunjungan teknis bagi para peserta pelatihan PJTOH, semoga dengan kunjungan ini para peserta dapat lebih memahami proses pengujian yang ada di BBPMSOH. “BBPMSOH juga semakin meningkatkan pelayanannya dan tentunya akan meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat bagi para pelanggan” ujar Irawati Fari.

Sebelum berkunjung ke unit uji (Laboratorium) yang ada di BBPMSOH, para peserta diberikan paparan presentasi terkait proses pengujian mutu obat hewan yang terkait dengan peraturan, persayaratan, alur pengujian sampel, tarif pengujian, tata cara pengiriman sampel, fasilitas pengujian dan pengenalan Sistem Informasi Hasil Pengujian Mutu Obat Hewan (SIHAPSOH) yang dipresentasikan oleh Kepala Seksi Sampel, drh. M. Syaefurrosad. Selain berkunjung ke unit uji, para peserta juga berkesempatan mengunjungi fasilitas Unit Hewan Percobaan yang ada di BBPMSOH.

Semoga dengan terus terjalinnya kerjasama antara BBPMSOH dengan ASOHI dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan dan semakin terjaminnya mutu obat hewan yang beredar di Indonesia. Dengan meningkatnya mutu obat hewan Indonesia dapat pula meningkatkan ekspor obat hewan ke luar negeri.