Kunjungan Perdana Dir Jen PKH Ke BBPMSOH

Selasa 11 Agustus 2020 , Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr.Ir. Nasrullah, M.Sc berkesempatan mengunjungi Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH). Ini adalah pertama kalinya BBPMSOH mendapatkan kunjungan Bapak Dirjen PKH setelah pelantikannya pada hari Kamis, 6 Agustus 2020 menggantikan Dr. Drh. I Ketut Diarmita, M.P.

Dalam kunjungannya, Dr. Ir. Nasrullah M.Sc didampingi oleh Direktur Kesehatan Hewan drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph,D dan Kepala BBPMSOH drh. Maidaswar, M.Si meninjau sarana dan prasarana pengujian yang dimiliki BBPMSOH. Dalam penjelasannya, Kabalai BBPMSOH mengatakan bahwa BBPMSOH yang berdiri 2 Agustus 1985 dibangun atas kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang melalui project Japan International Cooperatian Agency (JICA).

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa kerjasama dg JICA untuk mendukung kesehatan hewan nasional dalam bentuk penjaminan mutu obat hewan yg beredar di Indonesia. Peran dan kontribusi BBPMSOH akan terus ditingkatkan, dalam memberikan pelayanan yang cepat, valid dan berkualitas. Untuk itu, dilakukan upaya-upaya revitalisasi dan optimalisasi sumber daya BBPMSOH, peningkatan networking dengan Stake Holder terkait ( Pemda, Asosiasi, Industri Obat Hewan, Litbang, PT, institusi lingkup Kementan, dll). Dengan sasaran akhir, BBPMSOH turut memberi kontribusi dalam peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak dan mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor ( Gratieks) Kementan.

Bapak Dirjen PKH juga menyempatkan untuk melihat fasilitasi laboratorium yang ada di BBPMSOH dengan pendampingan dan penjelasan oleh Kabag Umum dan Kabid Pelayanan Pengujian. Bapak Dirjen berpesan agar BBPMSOH dapat lebih meningkatkan pelayanan pengujian dan sertifikasi obat hewan untuk mendukung Produksi Pangan Asal Ternak dan mendukung Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor ). Dengan pesatnya perkembangan industri obat hewan, maka BBPMSOH harus mampu menjawab tantangan tersebut.

Beliau berpesan agar, BBPMSOH mengantisipasi peningkatan permintaan layanan dan perlu diupgrade peralatan modern dan metode pengujian segera dilaksanakan. Anggaran difokuskan pada belanja modal untuk belanja peralatan pengujian yang berteknologi tinggi, sehingga akan mampu meningkatkan pelayanan pengujian yang lebih baik.