Nutricell Ekspor Bahan Baku Obat Hewan ke Eropa, Komoditas Peternakan Meningkat, BBPMSOH Menjamin Mutu Obat Hewan

Tangerang Selatan (09/10/2020),- Pada hari kamis tanggal 8 Oktober 2020, merupakan hari yang bersejarah bagi PT Nutricell Pacific dan industri obat hewan. Berlokasi di Kawasan Taman Tekno BSD, Nutricell melaksanakan pelepasan Ekspor Produk Bahan Baku Obat Hewan (Ekstract Minyak Mete) ke Jerman. Acara pelepasan di hadiri para undangan diantaranya : Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh Direktur Kesehatan Hewan, Bapak drh. Fadjar Sumping, Ph.D dan juga hadir Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Bapak drh. Maidaswar, M.Si serta beberapa undangan dari Asosiasi dan Dinas Pertanian.

Ekspor bahan baku obat hewan dengan tujuan Pasar Eropa (Jerman) sebanyak 5 Ton dengan nilai 53.000 Euro atau sekitar 917 Juta rupiah ini merupakan yang kedua kali, setelah sebelumnya pada tahun 2019 Nutricell berhasil mengekspor untuk pasar Asia (Vietnam). Setelah mendapatkan ijin produksi pada tahun 2015, Nutricell berbenah diri untuk menjadi pemain industri obat hewan yang mampu memberikan kontribusi terhadap tercukupinya kebutuhan protein bagi masyarakat Indonesia. Nutricell berkomitmen untuk menghadirkan produk unggul yang aman untuk manusia dan hewan target, menciptakan gugus kendali mutu keamanan pangan dan membangun jaringan laboratorium global bersama mitra.

Dalam sambutannya, CEO Nutricell, Bapak Suaedi Sunanto mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kerjasama yang dilakukan oleh seluruh mitra kerja terutama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Kesehatan Hewan, Subdit Pengawas Obat Hewan dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan. Ditengah keterbatasan berlangsungnya pandemik Covid19, Kementerian Pertanian dalam hal ini Dit Jen PKH dan beberapa Direktorat dibawahnya terus berupaya melayani Nutricell dalam pelayanan pendaftaran dan pengawasan obat hewan sehingga Nutricell mampu menghasilkan produk unggul yang memenuhi standar mutu.

Drh. Fadjar Sumping, Ph.D dalam sambutannya, membacakan teks sambutan Menteri Pertanian menyatakan dengan pelepasan ekspor ini artinya Indonesia dapat meningkatkan ekspor dan investasi untuk perkembangan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, oleh karena itu salah satu target Kementerian Pertanian adalah melalui peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian melaui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau disingkat “ GRATIEKS “. Program Gratieks harus dimaknai dengan bahwa ;

  1. Sistem budidaya yang dilakukan sudah mampu memenuhi kebutuhan tidak hanya dalam negeri tapi mampu menyuplai kebutuhan dunia.
  2. Pembangunan pertanian harus berinovasi dan tidak bergantung lagi pada impor
  3. Pertanian di Indonesia kini dikerjakan melalui kombinasi dengan sistem teknologi dan informasi

Dengan Gratieks diharapkan ekspor juga dapat tumbuh dari bawah, artinya membuka peluang ekspor bagi peternak peternak kita sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan peternak. Komoditas peternakan Indonesia telah mampu menmbus pasar internasional seperti daging ayam olahan, sarang burung wallet, pakan ternak dan obat hewan.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2020 periode Januari – Agustus dibukukan mencapai 201.708 Ton dengan nilai USD 540.159.614 atau setara Rp. 7,83 T. Dengan program Gratieks, Kementerian Pertanian menargetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300% menjadi 884.212 Ton ke 100 negara tujuan.

Situasi dan perkembangan industri farmasi obat hewan, bergerak kearah produk yang aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tentunya hal ini tidak akan terlepas dengan tugas dan fungsi BBPMSOH sebagai Unit Pelayanan Teknis dibawah Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi untuk menjamin mutu obat hewan yang berkualitas dan aman, untuk terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.