Asesmen Fleming Fund BBPMSOH

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan terkendali pada hewan dan manusia dapat menimbulkan resistansi. Resistansi menjadi isu global karena berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi terkait perawatan kesehatan (Healthcare Associated Infections/HAIs). Oleh karena itu, setiap negara termasuk Indonesia perlu melakukan hal konkrit dalam mengendalikan antimicrobial resistance (AMR), antara lain dengan melaksanakan pengujian AMR. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) – Kementerian Pertanian (Kementan), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) telah melakukan pengujian dan berbagai pengkajian terhadap AMR guna mendukung pemerintah dalam mengendalikan resistansi antimikroba, khususnya resistansi antibiotika.

Menindaklanjuti kegiatan di atas, diperlukan kegiatan penguatan kapasitas untuk pengembangan kualitas sumberdaya manusia (SDM), peralatan maupun infrastruktur di BBPMSOH. Berdasarkan Surat Direktur Kesehatan Hewan nomor 06001/TU.020/F4/01/2021 tanggal 6 Januari 2021 dan merujuk surat Deputy Team Leader DAI-Fleming Fund Country Grant to Indonesia nomor 0004/EX/2021/1 tanggal 19 Januari 2021 perihal surat permohonan pendampingan kunjungan Assesmen Laboratorium Uji Resistensi Antimikroba sebagai tindak lanjut rencana kerja Fleming Fund Country Grant to Indonesia (FFCGI) dan Kementan RI maka BBPMSOH mendapat kunjungan assesmen dari FFCGI. Assesmen dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 02-03 Februari 2021, dimana hari pertama assesmen dilakukan via daring melalui aplikasi Zoom yang dimulai pukul 13.00 WIB di ruang seminar BBPMSOH. Sementara hari kedua dilakukan onsite visit di unit uji Farmasetik dan Premiks, di unit uji Bakteriologi, serta fasilitas laboratorium lainnya, serta acara penutupan yang dilakukan via Zoom pada pukul 16.00 WIB.

Tim assesmen terdiri dari Dr. dr. Anis Karuniawati (Kementerian Kesehatan), Sp.MK, drh. Yurike Elisadewi, M.Si., drh. Wiwiwt Subiyanti, M.Si., Dr. Nani Hidayanti, Sp, M, MARS dari Kemenkes , tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, WisnuTafroji, dan Asih Hartanti dari Tim Lab FFCGI. Kegiatan assesmen berlangsung lancar dan berharap kerjasama teknis ini akan terus berlanjut, terlebih mendapat bantuan baik terkait perbaikan infrastruktur, peralatan, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan tim ahli (experts).