BBPMSOH RAIH PREDIKAT UNIT KERJA WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI LINGKUP KEMENTAN

Jakarta, 13 Desember 2021 – Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang merugikan banyak pihak. Untuk menumbuhkan kesadaran publik terkait bahaya laten korupsi, ditetapkanlah Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) setiap tanggal 9 Desember. Sejarah Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati pada 9 Desember ini dilatarbelakangi oleh munculnya kesadaran untuk mengakhiri dampak buruk korupsi. Kemudian digelarlah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menentang korupsi (United Nations Convention Against Corruption/ UNCAC) pada 31 Oktober 2003, melalui Resolusi 58/4. Berselang 40 hari kemudian, PBB menyetujui Perjanjian Antikorupsi yang ditandatangani di Merida, Meksiko pada 9 Desember 2003. Berdasarkan waktu penandatanganan perjanjian tersebut, sekaligus ditetapkan pula sebagai Hari Antikorupsi Internasional pada 9 Desember setiap tahunnya.

Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2021, Kementerian Pertanian menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2021 dengan tema : “ Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi Untuk Memperkuat Sektor Pertanian Dalam Mewujudkan Pertanian Maju Mandiri dan Modern “. Sekaligus memberikan penghargaan bagi Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi Lingkup Kementerian Pertanian dan Unit Pengelola Gratifikasi terbaik lingkup Eselon I.

Kepala BBPMSOH menerima penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi

Kehadiran pada kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2021 berdasarkan surat undangan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Nomor B.3448/TU.020/G/12/2021 yang ditanda tangani Plt. Inspektur Jenderal DR. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Desember 2021. Peringatan HAKORDIA 2021 dihadiri oleh : Menteri Pertanian, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kepala Badan Lingkup Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon II Lingkup Kementerian Pertanian, Kepala UPT Pusat Lingkup Kementerian Pertanian serta para Kepala Balai penerima Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi Tahun 2021.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian dilanjutkan dengan laporan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. Dalam laporannya Sek Jen Kementan menyatakan bahwa dalam konteks pengawasan, Inspektorat Jenderal Kementan sesuai arahan bapak Menteri Pertanian senantiasa melaksanakan rangkaian kegiatan sebagai upaya pencegahan korupsi anatara lain : Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal (SPI), Kegiatan Pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Pembentukan Unit Pengelolaan Gratifikasi (UPG), Pengelolaan Kanal Pengaduan Elektronik Masyarakat (Kaldu Emas), Wistle Blower System dan penerapan manajemen resiko pada program dan layanan pertanian serta kegiatan pengawasan lainnya. Setelah disampaikannya laporan dari Sek Jen Kementan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video Capaian Kinerja Sektor Pertanian.

Pada acara ini juga dilaksanakan Pemberian Penghargaan untuk Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi kepada 10 Unit Kerja berdasarkan Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 710 Tentang Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi. Selain itu diberikan juga penghargaan kepada 3 Unit Eselon I sebagai Unit Pengelola Gratifikasi terbaik. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan menerima penghargaan sebagai Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan diterima oleh Kepala BBPMSOH, drh. Maidaswar, M.Si. Setelah penyerahan penghargaan dilanjutkan dengan Launching Kanal Pengaduan Elektronik Masyarakat (Kaldu Emas) dan Sistem Informasi Gratifikasi Unit Pengelola Gratifikasi (SIGAP UPG) yang diresmikan secara simbolis oleh Menteri Pertanian, Sek Jen Kementan dan Wakil Ketua KPK.

Dalam arahan pembukaan Peringatan HKORDIA, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa kita yang hidup dan sudah menjadi seperti ini, mungkin kita tidak akan menjadi miskin sampai mati, tapi jika melakukan salah dalam mengurus negeri ini, anak kita akan menjadi apa ?! Kita akan mati di mana ? maka janganlah kita menjadi perusak. Kita siapa hari ini dan kita harus bisa melakukan sesuatu yang berarti bagi negeri ini agar menjadi lebih baik dan bangkit kedepan. Bagi orang orang yang melakukan korupsi adalah oarng orang yang melakukan kebodohan. Menteri Pertanian berharap bahwa Kementerian Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa hari ini, besok dan masa depan. Bahwa Kementerian Pertanian tidak main main dengan tugas ini dan menjadi yang terbaik di bangsa ini. Hal ini terbukti, di masa pandemi semua sektor menurun hanya pertanian yang naik 16 % dan nilai ekspor yang meningkat hingga 518 Triliun dan NTP yang naik hingga 107 %.

Selain arahan dari menteri pertanian, acara peringatan HAKORDIA ini juga menghadirkan Wakil Ketua KPK Bapak Alex M dan Motivator Ary Ginanjar. Pada pidatonya bapak Alex mengatakan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat penting bagi rakyat tapi sekaligus masih rentan maka dari itu kementerian pertanian harus terus berinovasi untuk kemajuan pertanian Indonesia. Selain diisi dengan prsentasi dan arahan, kegiatan inipun diisi dengan motivasi bagi seluruh peserta yang hadir yang dibawakan oleh Ary Agustin Ginanjar. Pada presentasi motivasi dengan tema ASN Ber Akhklak Tanpa Korupsi, Bapak Ary Ginanjar menyampaikan bahwa korupsi itu merupakan penjumlahan antara kesempatan dan niat. Betapapun celah celah ditutup dan sistem dibangun tetapi jika niat ini masih ada maka korupsi akan tetap terjadi. Pada sesi kedua setelah Ishoma, kegiatan HAKORDIA diisi dengan Evaluasi Pelaksanaan Program Unggulan dari masing masing Direktorat dan Badan. (why)