PENGAMBILAN SAMPEL DALAM RANGKA PENGKAJIAN MUTU OBAT HEWAN, EVALUASI RESISTANSI BERDASARKAN MUTANT SELECTION WINDOWS, SERTA DETEKSI GEN RESISTAN OBAT HEWAN GOLONGAN KUINOLON TERHADAP ESCHERICHIA COLI PADA AYAM LAYER DI PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN BALI

Resistansi antimikroba (antimicrobial resistance/ AMR) merupakan masalah global yang sangat serius. Jika tidak dilakukan tindakan yang serius, maka pada tahun 2050 diperkirakan kematian akibat AMR mencapai 10 juta orang pertahun (O’neill 2014). Indonesia berperan penting dalam mencegah AMR, karena diperkirakan peningkatan penggunaan antimikroba di peternakan Indonesia adalah nomor dua tertinggi di dunia (van Boeckel et al. 2015). Oleh sebab itu diperlukan tindakan nyata yang didukung oleh data-data teknis dalam mengambil kebijakan dalam penanganan AMR.


Sebagai salah satu kepedulian yang kuat Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) terhadap penanganan AMR, maka pada tahun 2022 BBPMSOH melaksanakan pengkajian tentang mutu antibiotik dan AMR. Adapun judul pengkajiannya adalah Pengkajian Mutu Obat Hewan, Evaluasi Resistansi Berdasarkan Mutant Selection Windows, Serta Deteksi Gen Resistan Obat Hewan Golongan Kuinolon Terhadap Escherichia coli Pada Ayam Layer. Pengkajian ini merupakan lanjutan dari pengkajian tahun sebelumnya yang hasilnya telah dipresentasikan dalam seminar nasional expose hasil pemantauan dan pengkajian BBPMSOH pada bulan Desember 2021.


Pengkajian tahun ini bertujuan untuk Maksud dari kegiatan pengkajian ini adalah untuk (a) memperoleh data mutu obat hewan golongan kuinolon yang beredar, (b) mendapatkan level prevalensi resistansi E. colipada ayam petelur terhadap golongan kuinolon (siprofloksasin, enrofloksasin, flumekuin, norfloksasin, dan marbofloksasin), (c) mendapatkan data konsetrasi hambat minimum, mutant selection windows, dan mutant prevention concentration golongan kuinolon (siprofloksasin, enrofloksasin, flumekuin, norfloksasin, dan marbofloksasin) terhadap E. coli sebagai data dasar farmakologi, dan (e) mendapatkan data gen resistan qnrA, qnrB, dan qnrS pada E. coli resistan kuinolon patogen.


Kegiatan pengambilan sampel dilakukan di delapan provinsi yaitu di Sumatera Selatan, Bali, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan sampel di Provinsi Bali dan Sumatera Selatan telah dilaksanakan pada tanggal 09-11 Februari 2022 oleh petugas BBPMSOH dan didampingi oleh petugas dinas terkait.
Pengambilan sampel dalam rangka uji resistansi E.coli di Provinsi Sumatera Selatan dilakukan oleh drh. Novida Ariyani, MSc dan Indriyana, SSI di 22 kandang di peternakan layer di Kabupaten Banyuasin dan Palembang. Pengambilan sampel obat hewan untuk uji mutu obat hewan kuinolon dilakukan di distributor obat hewan di Kota Palembang dan didapatkan 16 kemasan obat hewan (4 merk @ 4 kemasan). Adapun pengambilan sampel pengkajian dalam rangka resistansi E. coli di Provinsi Bali dilakukan oleh drhh. Nurhidayah dan Eli Nugraha di 21 kandang di peternakan ayam layer di Kabupaten Bangli. Pengambilan sampel obat hewan untuk uji mutu dilakukan di poultry shop dan distributor obat hewan dan didapatkan 24 kemasan obat hewan (6 merk @ 4 kemasan) di kota Denpasar. Hingga berita ini diturunkan, semua sampel untuk uji resistansi E. coli terhadap lima jenis kuinolon masih dalam proses pengujian. Adapun semua sampel obat hewan yang diambil di Sumatera Selatan dan Bali telah selasai uji dengan hasil semua sampel memenuhi syarat dan hasil uji mutu obat hewan sudah disampaikan ke dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan masing-masing.


Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam melaksanakan pengambilan sampel di Sumatera Selatan dan Bali. AMR merupakan masalah global dan memerlukan peran serta aktif dari semua pihak untuk memastikan bahwa sumber daya antimikroba yang ada terjaga keefektifannya. Oleh sebab itu selalu gunakan obat hewan yang telah mendapatkan ijin edar dan gunakan antimikroba dengan bijak. Sampai bertemu di berita selanjutnya (Penulis Fika AF dan Anna MJN, AMd, editor Dr. drh. Maria Fatima Palupi)