RAKORTEKNAS Tahun 2022 Bertajuk Sinergi Wujudkan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang Maju Mandiri dan Modern

Tangerang Selatan – Banten, (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar Rapat Koordinasi Teknis Nasional (RAKORTEKNAS) 2022 yang bertajuk Sinergi Wujudkan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang Maju, Mandiri dan Modern. Acara ini digelar pada tanggal 8-9 Maret 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Dalam Rakorteknas ini dihadiri oleh peternak dan pelaku usaha, UPT Ditjen PKH, perwakilan Dinas yang membidangi peternakan dan Kesehatan hewan provinsi di seluruh Indonesia dan BUMN.


Agenda RAKORTEKNAS membahas program super prioritas Ditjen PKH yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, optimalisasi potensi suatu daerah, mengembangkan variasi peternakan dan perbibitan serta investasi melalui perbankan lewat kredit dan subsidi sebagai modal. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. Program super Prioritas yang menjadi focus tahun 2022 yaitu Pengembangan sapi berbasis padang penggembalaan dan sawit, Pengembang sarang burung wallet terintegrasi, Korporasi desa sapi, Korporasi Kambing/domba, Model pengembangan ayam dan itik dalam pertanian terpadu, dan SIKOMANDAN. Program-program ini didukung oleh berbagai pelaku usaha serta BUMN serta diharapkan agar mensukseskan 2022 sebagai tahun Peternakan dan Prestasi.

Dalam acara yang dibuka langsung oleh Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH ini, Menteri berterima kasih kepada para petani dan pelaku usaha di bidang pertanian yang tetap menjadikan sector pertanian sebagai penopang pendapatan negara. Menteri juga mendorong pelaku usaha bidang peternakan untuk pengembangan usahanya melalui investasi dan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Syahrul menyampaikan, dalam konteks penguatan produksi pangan serta mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, Kementerian Pertanian pada 2022 melanjutkan Program Super Prioritas Pertanian dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian baik pada sisi hulu maupun hilir.
“Kita semua tahu ketersediaan pangan kita cukup, namun kita perlu menunjukkan dimana keberadaan sentra-sentra produksi kita, sehingga masyarakat mudah mengaksesnya,” kata Mentan.


“Kita berharap kepada pelaku usaha agar bekerjasama untuk meningkatkan produksi dan ekspor komoditas peternakan,” ucapnya menambahkan. Lebih lanjut Mentan SYL, dalam konteks penguatan produksi pangan, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, maka pada tahun 2022 Kementan melanjutkan Program Super Prioritas Pertanian pengembangan kawasan berbasis Korporasi Petani dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian.


Kementan melalui Ditjen PKH mendorong pelaku usaha bidang peternakan untuk bersama-sama memperkuat produksi guna penyiapan ketersediaan pangan dan meningkatkan ekspor. Hal tersebut dapat dilakukan dengan semakin tinggi produktivitas, mengoptimalkan potensi di daerah dan menambah variasi di peternakan dan perbibitan serta penguatan investasi di sektor pertanian.


Selain program super prioritas yang melibatkan pelaku usaha dan peternak, Dit Jen PKH melalui berbagai bagian Direktorat yang membidangi Pakan, Bibit dan Produksi, Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, serta Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan. Fokus semua direktorat adalah membangun system online berbasis database sehingga data bisa saling terhubung secara akurat dan peningkatan ekspor di bidang peternakan dan Kesehatan hewan. Sidang pleno dilaksanakan pada hari Rabu. 9 Maret 2022 di ICE BSD dan terbagi dalam beberapa sidang pleno.

“Saya minta ekspor kita diperbanyak, Agustus ada Merdeka Ekspor. Petakan daerah yang berpotensi, pergunakan KUR. Negara ini cukup tinggal memerlukan kebersamaan semua pihak,” kata Mentan SYL. Seperti diketahui ekspor kumulatif sektor pertanian tahun 2021 mencapai Rp. 625,04 triliun atau meningkat 38,69% dibandingakan tahun 2020.