Bimbingan Teknis Ruminansia Potong (Rumpot)
Peternakan Terpadu – “Sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat”
Kota Serang – Banten, 4 – 6 April 2022

Telah dilaksanakan Bimbingan Teknis yang bertajuk Peternakan Terpadu “Sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat” pada tanggal 4-6 April 2022 bertempat di Puri Kayana Hotel, Kota Serang Banten. Kegiatan Bimtek ini merupakan agenda dari pelaksanaan bantuan Ruminansia Potong (Rumpot), yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) dengan anggota DPR-RI Komisi IV Provinsi Banten. Acara ini dihadiri oleh Kepala BBPMSOH, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Anggota DPR-RI Komisi IV, Kota Serang, Banten, dan pemilik Villa Ternak, Kota Cilegon, serta para peternak baik di wilayah Kabupaten dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Acara pertama dibuka oleh MC, yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Acara Bimbingan Teknis Dipandu MC

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala BBPMSOH, drh. Maidaswar, M.Si menyampaikan apresiasinya atas partisipasi peternak untuk menghadiri kegiatan bimtek ini, yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peternak khususnya dalam produksi ternak sapi dan hewan besar lainnya. Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Besar berterima kasih atas dukungan legislatif dalam membangun ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Sejauh ini Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan kepada 5 Kelompok Ternak di Provinsi Banten sejak tahun 2021. Dalam bimtek ini, drh. Maidaswar, M.Si juga memberikan materi New Farming Business Ideas Mixed/Integrated Farming, yang secara singkat menjelaskan adanya intergrasi/kesatuan yang berkesinambungan antara adanya lahan, SDM yang terampil, dana yang cukup, kelembagaan yang baik, teknologi yang memadai, dan adanya pasar (pemasaran) produk pertanian dan peternakan.

Sambutan Kepala BBPMSOH drh. Maidaswar, M.Si

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Ir. Agus M. Tauchid memberikan apresiasi kepada anggota DPR-RI Komisi IV Provinsi Banten atas bantuan ternak di wilayah kerjanya. Beliau menyampaikan bahwa ada tiga momen penting yang masih menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menyediakan produk ternak daging sapi khususnya bagi masyarakat, yaitu saat Bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha. Untuk itu diperlukan ketersediaan hewan ternak sapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Rendahnya daging sapi di pasaran salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan peternak menyediakan pakan karena kurangnya suplai bahan baku pakan membuat penurunan pemotongan hewan ternak. Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan pihak terkait, seperti dengan pabrik tahu atau tempe, dimana sisa atau ampas dari tahu/tempe dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, disamping perlunya SDM yang unggul melalui pelatihan dan bimbingan teknis seperti yang diinisiasi oleh BBPMSOH-Kementerian Pertanian dan Anggota DPR-RI Komisi IV, Provinsi Banten.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Ir. Agus M. Tauchid

Acara Bimtek dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan acara secara resmi oleh perwakilan Anggota DPR-RI Komisi IV Provinsi Banten, Hj. Nuraeni, S.Sos, M.Si. Beliau menyampaikan ada 12 Pangan Strategis Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian dimana salah satunya adalah ketersediaan daging yang cukup bagi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu untuk menjaga ketersediaan pangan tersebut perlu adanya Road Map yang memandu dalam menyeimbangkan (balancing) antara kawasan yang surplus pangan dengan yang defisit pangan, sehingga setiap daerah memiliki ketersediaan pangan yang cukup. Beliau juga menghimbau perlunya kemandirian atau kedaulatan pangan dan tidak selalu tergantung dengan pangan impor. Lebih lanjut tiga kekuatan dari sektor pangan yang harus dipenuhi menurut Ibu Nuraeni, adalah dari kekuatan aspek anggaran, regulasi, dan kelembagaan untuk mencapai kemandirian atau kedaulatan pangan dalam memenuhi kecukupan pangan bagi masyarakat.

Arahan Anggota DPR-RI Komisi IV Provinsi Banten, Hj. Nuraeni, S.Sos, M.Si.

Dalam acara bimtek ini diundang narasumber yang sangat berpengalaman dalam mengelola peternak terpadu, salah satunya adalah Hari Bowo sebagai pemilik Villa Ternak, Kota Cilegon, Banten. Dalam presentasinya, Mas Bowo begitu panggilan akrabnya menayangkan video Villa Ternak, agrowisata terpadu berbasis peternakan. Dalam video ini nampak bahwa PT. Villa Ternak Indonesia (VTI) yang sudah berjalan dalam kurun 5 tahun terakhir menawarkan inovasi pertanian terpadu berupa edukasi peternakan, pakan ternak, layanan aqiqah, penyediaan hewan qurban, penyediaan pupuk organik, dan pemasaran produk pertanian organik. Selain itu Villa Ternak juga menawarkan bimbingan dan pelatihan kepada peternak secara gratis guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam produksi ternak.