Mengejar Swasembada Susu dan Daging Sapi, Kementan Matangkan Rancangan Inpres P2SDN
Jakarta – Indonesia memiliki mimpi besar: mandiri dalam memenuhi kebutuhan susu dan daging sapi tanpa bergantung pada impor. Mimpi itu kini memasuki tahap penting. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama kementerian/lembaga terkait mematangkan substansi Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN), yang terlaksana pada 13 Agustus 2025 lalu.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Agung Suganda, menambahkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi penuh dari seluruh pihak.
“Upaya percepatan tidak akan berjalan tanpa dukungan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah. Kita harus punya komitmen dan pemahaman yang sama. Jika tidak ada Inpres, swasembada hanya akan menjadi isapan jempol belaka,” tegasnya.
Ia memaparkan lima strategi utama P2SDN, yaitu: peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi perah dan sapi pedaging, penyediaan lahan untuk investasi peternakan, dukungan skema pembiayaan khusus dan skema mitigasi risiko, penyediaan infrastruktur, serta penjaminan penyerapan hasil P2SDN.
“Tidak mungkin kita mencapai swasembada tanpa menambah ‘mesin produksinya’, yaitu sapi perah bunting dan indukan,” ujarnya.
Agung juga menyoroti pentingnya jaminan penyerapan susu oleh sektor swasta yang sejalan dengan regulasi yang ada.
“Kepastian pasar akan membuat peternak berani meningkatkan produksi. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk mengurangi ketergantungan impor,” katanya.
Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum, Kementerian Sekretariat Negara, Lydia Silvanna, memusatkan perhatian pada dua hal utama: instrumen Inpres dan substansi kebijakan.
“Dua hal yg bisa didiskusikan pada kegiatan ini yaitu, instrumen inpres dan substansinya. Tujuannya jelas, meningkatkan produksi susu dan daging sapi,” ujar Lydia.
Kementan optimistis, dengan Inpres ini, langkah menuju kemandirian protein hewani akan lebih cepat.
“Jika semua bergerak bersama, target P2SDN bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa kita capai bersama,” pungkas Dirjen Agung.