Asosiasi Peternak Apresiasi Langkah Kementan Dorong Ekspor Unggas Tanpa Abaikan Kebutuhan Dalam Negeri
Bekasi — Keberhasilan ekspor produk olahan unggas ke empat negara oleh PT Malindo Food Delight mendapat sambutan positif dari pelaku usaha perunggasan nasional. Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN) menilai langkah Kementerian Pertanian dalam mendorong ekspor tidak hanya memperluas pasar internasional, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan pasokan dalam negeri, khususnya untuk mendukung program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi, menyampaikan bahwa para peternak menyambut baik keberhasilan Kementan dalam membuka peluang ekspor unggas, sembari memastikan program domestik tetap berjalan dengan baik.
“Kami mengapresiasi penuh kinerja dari Ditjen PKH beserta mitranya karena telah membuka peluang-peluang pasar yang ada saat ini. Ditjen PKH tentunya telah menghitung antara target negara yang akan kita ekspor sehingga tidak akan melampaui cadangan telur dan ayam untuk MBG karena sesuai komitmen, yakni jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat Indonesia," ujar Ki Musbar saat pelepasan ekspor di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, Senin (14/7/2025).
Menurutnya, keseimbangan antara ekspor dan pasokan nasional menjadi kunci keberlanjutan usaha peternak, terlebih saat produksi unggas tengah surplus. Ki Musbar menilai kebijakan Kementan telah melalui kajian mendalam dan komunikasi yang terbuka dengan pelaku usaha.
Sebelumnya, Kementan bersama PT Malindo Food Delight melepas ekspor 40 ton produk olahan ayam ke Uni Emirat Arab, Oman, Singapura, dan Jepang. Ekspor perdana ke Uni Emirat Arab menjadi tonggak penting dalam perluasan pasar Indonesia di kawasan Timur Tengah. Total nilai ekspor mencapai Rp2,4 miliar.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyebutkan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi yang diperintahkan Presiden dan Menteri Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat ekonomi nasional.
“Ekspor ini adalah bagian dari strategi hilirisasi yang diperintahkan langsung oleh Bapak Presiden dan Menteri Pertanian dalam rangka peningkatan kesejahteraan peternak serta penguatan ekonomi nasional," kata Agung.
Data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementan menunjukkan tren ekspor unggas Indonesia terus meningkat. Pada periode Januari–April 2025, volume ekspor tercatat 174.232 ton atau naik 16,97 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai devisa dari ekspor ini mencapai 464 juta dolar AS.
Sepanjang tahun 2024, nilai ekspor unggas dan produk olahannya juga tumbuh signifikan, yakni hampir 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan bahwa produk unggas Indonesia semakin diakui dan diminati pasar global.