Kementan Dorong Budaya Pelayanan Publik yang Prima di Lingkungan BBPMSOH
Depok – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) mendorong penguatan budaya pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas di seluruh unit kerja. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di bidang kesehatan hewan.
Kepala Bagian Umum BBPMSOH, Cynthia Devy Irawati, mengatakan pelayanan prima bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi mencerminkan profesionalisme aparatur dalam memberikan layanan publik.
“Pelayanan yang baik harus hadir di setiap lini, mulai dari front liner hingga bagian pengujian. Masyarakat menilai kinerja lembaga bukan hanya dari hasil laboratorium, tetapi juga dari bagaimana petugas melayani dengan empati dan ketulusan,” ujar Cynthia pada kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Publik di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok (13/11/2025).
Menurutnya, paradigma pelayanan publik kini menuntut perubahan sikap aparatur. “Kita tidak lagi melayani karena tugas, tapi karena kesadaran dan tanggung jawab moral. Dari sinilah kepercayaan publik tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, praktisi kehumasan Universitas Padjadjaran, Retasari Dewi, menilai pelayanan publik yang unggul menjadi fondasi utama dalam membangun citra dan reputasi lembaga.

“Reputasi tidak dibentuk lewat kampanye, tapi melalui konsistensi pelayanan. Excellent Service adalah pintu menuju Excellent Reputation,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat hanya bisa dibangun melalui pengalaman positif yang berulang. “Ketika masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, tepat, dan tulus, maka kepercayaan itu akan melekat kuat,” katanya.
Transformasi pelayanan publik di BBPMSOH sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Kementan yang menempatkan pelayanan publik sebagai wajah utama pemerintah. Melalui langkah ini, BBPMSOH diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pengujian dan sertifikasi obat hewan yang andal, tetapi juga menjadi contoh lembaga publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.