Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kolaborasi BBPMSOH dengan ASOHI: Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan PJTOH XXVIII di BBPMSOH

12/02/2026 13:11:00 Admin Satker 80

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) kembali berkolaborasi mengadakan pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) ke XXVIII bagi Register Officer (RO) perusahaan obat hewan (12/02). Peserta tahun ini  diikuti oleh 132 orang yang berasal dari perusahaan obat hewan ataupun perorangan yang berafiliasi dengan ASOHI, jumlah ini meningkat dibandingkan dengan peserta pelatihan tahun-tahun sebelumnya.

Acara dibuka oleh Hasan Abdullah Sanyata selaku kepala BBPMSOH dan dihadiri oleh Ketua Umum ASOHI A.Harris Priyadi. Dalam sambutannya, Hasan mengarahkan apabila dari pihak perusahaan obat hewan memiliki produk baru, BBPMSOH akan senantiasa mengikuti perkembangan industri obat hewan yang semakin dinamis.

Hasan menerima dengan tangan terbuka kunjungan dari para peserta pelatihan, harapannya adalah agar para peserta bisa memanfaatkan kesempatan untuk lebih mengenal BBPMSOH, hal-hal baik yang bisa di adopsi dari BBPMSOH yang bisa diterapkan diperusahaan, sehingga pemahaman serta kemampuan peserta pelatihan akan meningkat

Hadir pula pada acara ini, Rivo A.Kurnia selaku sekjen ASOHI , beliau mengapresiasi kegiatan pelatihan PJTOH yang dilakukan di BBPMSOH. Dalam sambutannya Rivo menyampaikan agar kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi para RO Perusahaan Obat Hewan, Rivo berharap ketika mendaftarkan produk obat hewan ke BBPMSOH, perusahaan sudah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan sebelumnya sehingga dapat mempersingkat waktu pada proses bisnis registrasi obat hewan. Rivo juga menyarankan apabila ada Perusahaan yang belum terdaftar di ASOHI, dapat segera menghubungi pengurus ASOHI untuk ditindaklanjuti.

Kegiatan pelatihan di BBPMSOH diawali dengan pemaparan materi tentang kegiatan Pengkajian Unit Uji Farmasetik dan Premiks T.A 2021-2025 yang dibawakan Maria Fatima Palupi selaku penyelia unit Uji Farmasetik dan Premiks (FP). dalam materinya Maria menekankan pentingnya kesadaran mengenai penggunaan antibiotik, serta bahaya Resistansi Antibiotik pada tahun 2050 jika tidak ditangani dengan baik maka, resistensi Antibiotik ini bukan tidak mungkin akan menjadi next pandemic dunia. Disampaikan pula bahwa golongan antibiotik yang banyak beredar di Indonesia masuk ke dalam kategori Highest Priority Critically Important Antimicrobials.

Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke laboratorium pengujian sebagai core registrasi obat hewan di BBPMSOH. Kunjungan ini difokuskan pada unit uji utama yaitu ; Unit Uji Bakteriologi yang digawangi oleh penyelia Dina Kartini, Virologi dibawah penyeliaan Nur Khusni Hidayanto. Di kedua lab ini para peserta diberikan penjelasan mengenai proses uji sampel yang masuk ke masing-masing laboratorium sesuai dengan jenisnya, pengujian yang dilakukan serta tahapan serta lama pengujian sesuai produk yang didaftarkan. Diskusi kecil sempat terjadi selama kunjungan ini terkait produk-produk yang di daftarkan oleh produsen, distributor maupun importir.

Khusus untuk laboratorium Hewan Percobaan peserta hanya dapat berkunjung dari luar kandang uji, hal ini dikarenakan masih adanya kegiatan pengujian yang dilakukan di dalam kandang hewan coba dan penerapan prinsip biorisk. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik yang telah terbina antara BBPMSOH dengan ASOHI, dan bagi para peserta diharapkan dapat menambah ilmu serta wawasan baru mengenai registrasi obat hewan dan proses bisnisnya.