Logo BBPMSOH
Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Logo BBPMSOH

Berita

BBPMSOH Turut Serta dalam Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2023

Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) turut serta berpartisipasi dalam gelaran Kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke 187. Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan ini merupakan acara puncak dari peringatan Hari Lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan yang pada tahun 2023 ini dilaksanakan pada tanggal 22 September 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah.
Dengan mengusung tema “Mitigasi Dampak El Nino Melalui Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Pangan Asal Ternak”, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian beserta Dinas dan stakeholder peternakan lainnya akan memamerkan berbagai program, kegiatan dan produk unggulannya. Selain itu kegiatan inipun diisi dengan acara diantaranya Rembug Nasional (Petugas Reproduksi), Panen Pedet, Pameran SDGH (Sumber Daya Genetik Hewani), Pameran Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pameran Alsin Pakan, Infromasi Inovasi dan Pemberian Penghargaan.



Dalam acara ini pada Stand BBPMSOH dipamerkan beberapa inovasi dalam dunia obat hewan seperti contoh obat hewan ekspor dan Buku Farmakope Obat Hewan Indonesia. Para pengunjung yang hadir diperkenalkan tentang Tugas dan Fungsi BBPMSOH dalam perannya menjamin mutu obat hewan di Indonesia dan tidak lupa para pengunjung diberikan hadiah souvenir bagi pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar obat hewan. Pada sesi kunjungan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berkesempatan mengunjugi stand BBPMSOH yang didampingi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Sekretaris Jenderal DIt Jen PKH selaku Plt BBPMSOH.



Selain itu di panggung utama, Kementerian Pertanian menerima penghargaan. Penghargaan pertama dari FAO diberikan kepada Indonesia atas kontribusi dan upaya dalam konservasi dan pengembangan Plasma Nutfah Sapi Bali selama 13 tahun terakhir (2010-2022). Penghargaan kedua diberikan atas capaian kinerja dalam pengendalian Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Sementara penghargaan ketiga diberikan oleh WOAH karena Indonesia dinilai sukses dalam mengendalikan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).